Ahad kemarin, pagi-pagi sekali aku sudah sibuk. Pukul 06.30 aku berencana untuk segera berangkat ke gedung Pola Kantor Gubernur Makassar. Aku merasa sangat bersemangat karena akan mengikuti Seminar Olahraga Muslimah Archery and Martial Art yang diadakan oleh Hapkido family.
Pukul 06.30 aku sudah siap, dan saat membuka pintu, Jeng.. masih agak gelap. Ternyata bukan pengaruh jamku yang salah, tetapi karena mendung sudah bergelantungan di langit. Hari ini pagi-pagi hujan sudah turun mengawali hari. Seandainya tidak ada kegiatan, mungkin aku masih bermalas-malasan di bawah selimut, hehehe. Akhirnya aku baru berangkat sekitar pukul 7 lewat. Aku sedikit bergegas, karena di tiketnya acara akan mulai pukul 07.30 Wita. Setelah naik pete-pete (angkutan umum kota) dua kali, akhirnya tiba juga di Kantor Gubernur Makassar. Ini pertama kalinya bagiku menginjakkan kaki disana. Dan syukurlah setelah sampai, ternyata acaranya belum mulai. Beberapa akhwat sudah mengisi tempat duduk baris depan. Aku yang sudah berniat untuk menuliskan kegiatan ini di Blog harus memilih tempat duduk yang strategis untuk mengambil gambar. Syukurlah ada Ukhty Ani dan Ukhty Nunu yang telah menyimpan tempat duduk untukku di baris depan. Syukron ya Ukh ^_^
Dan setelah menunggu lumayan lama, entah karena alasan apa yang membuat kegiatannya ngaret dari jadwal seharusnya. Akhirnya acara seminarnya dibuka oleh Ibu Dr. Ir. Hj. Majdah M. Sain, M.Si selaku Ketua PERWOSI dan SOina Sulawesi Selatan. Beliau menyampaikan betapa olahraga juga perlu dilakukan oleh para muslimah untuk menjaga stamina dan kebugaran tubuh. Tetapi tetap memperhatikan tempat dan pakaian yang digunakan.
Setelah itu langsung dilanjutkan oleh pembicara pertama ibu Hasniar A.Radde S.Psi,.M.Si (Dosen Psikologi UNM) beliau memulai dengan menceritakan pengalaman nya saat berkunjung ke Jepang. Dan menjadi terkagum-kagum karena karakter baik para masyarakat Jepang. Saat itu tas Bu Hasniar tanpa sengaja ketinggalan di bangku stasiun, setelah lewat beberapa jam, Bu Hasniar baru sadar kalau ia kehilangan tas nya. Dan ia pun kembali ke stasiun. Ternyata tas itu masih tergeletak disitu. Tak ada yang mengambil atau memindahkannya. Ternyata alasannya adalah karena Orang Jepang tak ingin menyusahkan orang lain dan karakter ini diadabtasi dari karakter Ksatria Samurai zaman dahulu. Lalu bagaimana jika hal tersebut terjadi di Indonesia??? Mungkin saja sudah ada yang mengamankan tas itu ke pos polisi, atau mungkin tas itu sudah berpindah tangan ke orang lain. Wallahu alam... ^_^
Bu Hasniar lalu memaparkan banyak hal tentang pengaruh Latihan bela diri dan Panahan dalam membentuk Karakter dan Pribadi Unggul dan Ksatria. Diantara ciri-ciri pribadi unggul dan ksatria yaitu:
![]() |
| Syukron ukh udah disimpankan tempat duduk |
Setelah itu langsung dilanjutkan oleh pembicara pertama ibu Hasniar A.Radde S.Psi,.M.Si (Dosen Psikologi UNM) beliau memulai dengan menceritakan pengalaman nya saat berkunjung ke Jepang. Dan menjadi terkagum-kagum karena karakter baik para masyarakat Jepang. Saat itu tas Bu Hasniar tanpa sengaja ketinggalan di bangku stasiun, setelah lewat beberapa jam, Bu Hasniar baru sadar kalau ia kehilangan tas nya. Dan ia pun kembali ke stasiun. Ternyata tas itu masih tergeletak disitu. Tak ada yang mengambil atau memindahkannya. Ternyata alasannya adalah karena Orang Jepang tak ingin menyusahkan orang lain dan karakter ini diadabtasi dari karakter Ksatria Samurai zaman dahulu. Lalu bagaimana jika hal tersebut terjadi di Indonesia??? Mungkin saja sudah ada yang mengamankan tas itu ke pos polisi, atau mungkin tas itu sudah berpindah tangan ke orang lain. Wallahu alam... ^_^
Bu Hasniar lalu memaparkan banyak hal tentang pengaruh Latihan bela diri dan Panahan dalam membentuk Karakter dan Pribadi Unggul dan Ksatria. Diantara ciri-ciri pribadi unggul dan ksatria yaitu:
- Bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa
- Memiliki kecerdasan Intelektual
- Memiliki kejujuran dan dapat dipercaya
- Disiplin Tinggi
- Memiliki kesabaran
- Berdaya Juang Tinggi
- Mampu membedakan yang haq dan yang batil
- Memiliki Komitmen dan Integritas yang tinggi
- Tenggang rasa
- Peka terhadap Lingkungan
- Memiliki kepedulian yang tinggi
- Mampu mengendalikan emosi
![]() |
| Para pembicara Seminar Olahraga Muslimah |
"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah Subhanahu Wa Ta'ala daripada mukmin yang lemah"
![]() |
| Tiket masuk dan formulir pendaftara Hapkido |
Dan pembicara keempat ada Kak Sri Rahmi Mahmud atau biasa disapa dengan Kak Amy. Dengan seragam hitam Hapkido nya, Kak Amy membawakan seminar dengan keren. Kak Amy ini adalah Pendiri dari Hapkido Makassar dan Sikola Makassar. Awal dari berdirinya Hapkido Makassar adalah karena Keprihatinan Kak Amy melihat kondisi saat ini. Dimana para wanita sering menjadi objek kekerasan dan menjadi korban. Dan karena merasa malu dan berada di pihak yang lemah, wanita yang melaporkan tindak kekerasan pada pihak berwajib masih sangat sedikit. Akhirnya Kak Amy ini berinisiatif membentuk wadah bagi para wanita untuk belajar bela diri. Bukan untuk mengungguli laki-laki, tetapi sebagai bentuk pertahanan diri apabila dikemudian hari tiba-tiba kita sebagai wanita menjadi korban kekerasaan atau pelecehan. Selain mengungkapkan alasan-alasan tentang perlunya wanita mempelajari Olahraga Bela Diri, Kak Amy juga memberi sedikit tips praktis bagi wanita untuk melindungi diri, yaitu dengan menyerang lawan di titik-titik vital diantaranya: Kening, Leher atau kerongkongan, selangkangan, ulu hati, tulang iga, paha atas, dan tulang kering.
![]() |
| Mbak Amy selaku pendiri Hafkido family Makassar |
![]() |
| Acara Pertunjukkan Panah dari Mushaf (Muslimah Hafkido) |
Mahasiswa Rp 75.000/ bulan
Umum Rp 150.000/bulan
Untuk Contact Person nya bisa hubungi Ukh Putry di nmr 085 242 832 946
Rasulullah bersabda:
"Sesungguhnya Allah Azza Wajalla akan memasukkan tiga orang kedalam surga lantaran satu anak panah, orang yang ketika membuatnya mengharapkan kebaikan; orang yang menyiapkannya di Jalan Allah serta orang yang memanahkannya di Jalan Alah". Beliau bersabda lagi : Berlatihlah memanah dan berkuda. Dan jika kamu memilih memanah maka hal itu lebih baik daripada berkuda"







No comments:
Post a Comment