Tuesday, 28 February 2017

Sinopsis Voice Episode 11 Part 1

kedatangan Nam Sang Tae ke Bar Fantasia terlihat oleh madam Jang, ia pun menghubungi kepala Kang dan memberitahukan bahwa Nam Sang Tae berada di Fantasia. kepala Kang bergegas ke Fantasia. namun pengelola Fantasia yang mempersilahkan tamu VIP untuk pergi dari bar karena kedatangan polisi ke Bar. membuat kepala Kang kehilangan jejak akan keberadaan madam Jang yang menghilang. di sinopsis Voice Episode 10 Part 3

Sinopsis Voice Episode 11 Part 1

terjadi kegaduhan antara pengunjung Fantasia dengan tim polisi yang mengamankan bar Fantasia. semua tamu tidak diperbolehkan keluar dari Fantasia karena kejadian di lantai 3. kepala Kang menemukan darah yang di lantai 3. dengan organ manusia yang tertusuk dalam gelas minuman.


pengunjung Bar tidak terima karena polisi menghadang mereka. "apa-apan ini?" tanya salah seorang pengunjung...
"aku kapten Jang dari Tim Kejahatan Serius Kepolisian Wilayah Sungwun. barusan terjadi kasus pembunuhan di lantai 3. kami minta kerjasamanya." ujar kapten Jang menengahi... namun para pengunjung tidak terima, mereka berkata bahwa mereka tidak ada hubungannya dengan kejadian itu...

sementara kepala Kang masih berada di lantai 3, ia menyisir sekitar tempat kejadian. ia teringat saat mendengar langkah kaki di ruangan tempat ditemukan organ yang tertusuk. namun tiba-tiba langkah kaki itu menghilang... "pelaku Surim-dong pasti membunuh Jang dan ia sembunyi di lantai bawah" pikir kepala Kang.... tiba-tiba ia melihat beberapa pelayan Fantasia sedang berlari... kepala Kang mengikuti orang-orang itu, dan ternyata mereka berada di salah satu ruang VIP untuk membersihkan tempat tersebut.


"ada apa ini? kenapa kalian disini? dimana tamu disini? sudah kubilang semuanya harus disini sampai identitasnya dipastikan" kata kepala Kang.
"mereka tamu VIP dan ada urusan mendadak, tidak mungkin mereka terlibat dalam kasus ini." jawab manajer Fantasia
"apa itu masuk akal? barusan terjadi pembunuhan disini..." ucap kepala Kang, sebelum ia meneruskan ucapannya, ia mendengar sesuatu.. ia pun menoleh dan melangkah menuju ke pintu darurat. namun tim keamanan fantasia menghadangnya.


kepala Kang menghubungi kapten Jang dan memberitahukan bahwa beberapa tamu melarikan diri melalui pintu keluar menuju lahan parkir. mereka adalah tamu dari rang yang berdekatan dengan lantai 3. menrut kepala Kang, kemungkinan besar mereka adalah salah satu pembunuhnya.
kapten Jang menjawab bahwa ia akan naik ke lantai 3, ia menugaskan Dong Ki untuk mengurus di lantai dasar lalu mengajak Hyung Jin dan Kwang Soo untk ikut dengannya.

kepala Kang mencoba untuk melewati tim keamanan yang menghadang di pintu. namun mereka tetap tidak mengizinkannya. "ini lahan parkir. tidak ada apapun selain mobil" jawab salh sat dari tim keamanan. saat itu. kapten Jang dan anak buahnya datang. kapten Jang dengan tegas meminta agar mereka minggir dan memperbolehkannya lewat. keamanan melihat ke arah manajer Fantasia yang kemudian memberi isyarat anggukan. akhirnya mereka diperbolehkan lewat.

ketua Mo, menteri Kim, Mo Te Gu dikawal beberapa orang menuju ke mobil mereka. tim keamanan meminta maaf atas kejadian ini pada tuan Mo, "kau sendiri tidak tahu ini akan terjadi. kenapa hal ini terjadi?" tuan Mo bertanya-tanya... saat itu kepala Kang dan beberapa polisi dengan tim keamanan Fantasia berada di belakang mereka.


"berhenti.." teriak Hyung Jin dan Kwang Soo sambil berlari... Mo Tae Gu menoleh ke arah polisi. tuan Mo segera masuk ke mobilnya... begitu pun Mo Tae Gu. "siapa mereka?" tanya tuan Mo. tim keamanan mengatakan bahwa itu polisi. "apa? kenapa kau tidak atasi ini diam-diam" jawab tuan Mo, ia segera pergi dengan mobilnya.

sementara kepala Kang dan polisi lain dihadang oleh tim kemanan untuk mendekati tamu VIP mereka. Mo Tae Gu yang masih berada di mobilnya, melihat kepala Kang dari cermin mobilnya. ia menyunggingkan senyum kemudian menginjak gas dan pergi. kepala Kang akhirnya bisa menerobos tim keamanan. ia berlari mengejar mobil Mo Tae Gu. namun apalah daya kecepatan antara lari dengan mobil. ia tidak bisa mengejarnya... kepala Kang kembali dan mencari sesuatu, akhirnya ia melihat kamera CCTV berputar yang berada di sana....


"apa? CEO Sungwun Epress dan menteri perencanaan pembangunan? jadi maksudmu, mereka lari bukan karena Madam Jang, tapi karena mereka takut bisnis kotor mereka ketahuan?" tanya kapen Jang.
"madam Jang adalah bos kami. jika ia tersangka, apa kami akan melindungi mereka? kau tahu betul Grup Sungwun seperti apa. ini ketua Mo Gi Beom dan menteri Kim Joon Tae. kami tidak punya pilihan." jawab kepala keamanan.
"lalu yang 2 lagi siapa? aku lihat 4 orang naik 3 mobil." tanya kapten Jang lebih lanjut.
"putra ketua Mo, CEO Mo Tae Gu dan direktur Kwon Chang Tae dari deprtemen perencanaan Lahan. jujur saja, tidak sulit menolak menanyakan saksi. kapten lebih tahu itu daripada aku. jujur saja. mana mungkin mereka melakukan hal itu." jawab kepala kemanan. terjadi perdebatan kecil diantara mereka....


akhirnya kepala Kang datang menengahi mereka.
"tersangka ditemukan bukan dari status tapi dari kecurigaan. pelakunya berhasil melarikan diri karena mereka ada di ruangan yang dekat dengan tangga darurat. tim Golden Time akan bekerjasama sampai ada data spesifik mengenai tersangka. Jang Gyu Ah melaporkan padaku kalau ia melihat Nam Sang Tae. permisi.." ujar kepala Kang. ia pun pergi meninggalkan mereka
kapten Jang memerintahkan Kwang Soo untuk memeriksa CCTV di lantai 2 dan mencari siapa saja pelayan di sana.



kepala Kang menelpon petugas Oh. "petugas Oh, maaf menggaggumu, tapi aku harus segera melakukan pencarian." kata kepala Kang pada petugas Oh yang saat itu sedang berada di jalan. ia tidak bertugas.
"tidak apa-apa. katakan padaku" jawab petugas Oh
"tolong lihat apa isi dari injil Yohanes 9:41 dan katakan apa artinya. lalu periksa soal Grup Sungwun Mo Gi Beom, putranya Mo Tae Gu, Kim Joon Tae dan Kwon Chang Tae dari Departemen Perencanaan Lahan. dapatkan semua informasi tentang mereka" perintah kepala Kang.
petugas Oh mengatakan kalau Sungwun Epress adalah perusahaan terkaya di kota ini. tapi petugas Oh berjanji akan mendapatkan informasi tentang mereka.... lalu kepala Kang menutup telponnya.

di sebuah lahan konstruksi, Dae Shik kebingungan. ia sedang mencari keberadaan detektif Moo Jin Hyuk. kepala Kang menghubungi detektif Shim Dae Shik melalui radio. ia menanyakan keberadaan detektif Moo. Dae Shik menjawab bahwa ia masih mencarinya namun belum menemukan sesuatu. tiba-tiba ia mendengar suara..
"aku bisa dengar orang berkelahi di lahan konstruksi. aku akan masuk" lapor Dae Shim yang kemudian menyiapkan pistol dan berlari masuk.


sementara itu, detektif Mo Jin Hyuk sedang terpojok. si pria asia sedang mengarahkan pisau ke lehernya. namun dengan sekuat tenaga detektif Mo JH menghalangi dengan kedua tangannya. Dae Shik melihat keduanya dari atas. ia terkejut kemudian segera memberi tembakan peringatan. si pria asia menjadi agak lengah. akhinya detektif Moo berhasil lolos dari keadaan itu. ia kemudian memukul si pria. Dae Shik kemudian mengarahkan pistolnya kepada si pria.
"tembakan kedua akan tepat sasaran. kalau kau tidak mau kepalamu berlubang. letakkan pisaumu" ancam Dae Shik.


namun si pria asia tak bergeming. ia hanya diam sambil masih memegang pisaunya. Dae Shik terlihat kesal. ia mulai menghitung. dan saat akan menembak... detektif Moo meminta Dae Shik menurunkan senjatanya. ia ingin membuat si pria itu jera karena berani mendekati putranya. ia yang akan menanganinya... kemudian detektif Moo mendekati si pria. keduanya berkelahi lagi dan detektif Moo berhasil menjatuhkan si pria ke tanah. ia jatuh terlentang... saat melihat si pria tersenyum, detektif Moo semakin marah. ia memukuli wajah si pria berkali-kali. Dae Shik mencegah detektif Moo, ia memberitahukan bahwa ada pemberitahuan melalui radio polisi, bahwa madam Jang pemilik Fantasia dibunuh oleh Nam Sang Tae. mendengar hal itu, detektif Moo lebih terkejut. ia melepaskan pukulannya.


"jasadnya belum ditemukan, tapi kemungkinan besar ia dibunuh. menurut kepala Kang. insiden ini terjadi setelah Madam Jang menelpon kalau ia melihat Nam Sang Tae di sana." Dae Shik bercerita. ia lalu melaporkan pada kepala Kang bahwa detektif Moo baik-baik saja dan si pria tanpa identitas juga tertangkap. kemudian Dae Shik bertanya keadaan Dong Woo. detektif Moo menghela napas....

Mo Tae Gu sedang mengendarai mobilnya... ia teringat saat melihat kepala Kang sedang melaporkan kejadian di Fantasia, bahwa ia melihat ponsel madam Jang Gu Ah dan potongan tubuh manusia serta banyak percikan darah di sana.  Mo Tae Gu mengintip dari balik pintu. kepala Kang sadar bahwa ada yang sedang mengamatinya. ia kemudian menoleh, namun dengan cepat Mo Tae Gu segera bersembunyi. ia berjalan pergi Mo Tae Gu juga mengingat saat ia masuk mobil dan kepala Kang serta beberapa polisi sedang dihadang tim kemanan Fantasia... Mo Tae Gu melihat pantulan wajah kepala Kang dari cermin di mobilnya...
mengingat kejadian itu, Mo Tae Gu tersenyum sendiri. "akhirnya kita bertemu" gumam Mo Tae Gu..



kabar mengenai meninggalnya madam Jang Gyu Ah pemilik tempat hiburan terbesar sudah masuk berita. Mo Tae Gu menepikan mobilnya... ia mengirim pesan pada Nam Sang Tae

"Hyung, kau berhasil kabur? pemandian air panas di Jepang enak sekali. madam Jang pasti melihatmu disana, makanya polisi datang. makanya aku atasi segalanya. asal tahu saja." tulis Mo Tae Gu.


Nam Sang Tae yang saat itu sedang berada di dalam mobil bersama anak buahnya marah besar membaca pesan dari Mo Tae Gu. ia akhirnya tau kalau ia dijebak oleh Mo Tae Gu. Nam Sang Tae keluar dari mobil sambil mengumpat. ia kemudian bertanya tentang orang kirimannya (si pria asia) kepada anak buahnya. yang kemudian dijawab kalau sepertinya rencana mereka gagal. Nam Sang Tae semakin murka... ia menghajar anak buahnya dengan tangannya yang diperban karena terluka. si anak buah mengingatkan kalau mereka harus mencari cara untuk hidup.
"kenapa kau selalu tersinggung pada perkataan CEO Mo?" tanya anak buahnya setelah melihat reaksi Nam Sang Tae ketika mendapat pesan dari Mo Tae Gu.


Nam Sang Tae menjelaskan kalau ayahnya adalah seorang Gangster karena keturunan (keluarga Gangster). tapi, karena ketua Mo tidak suka lagi padanya, ia dibuang setelah tubuhnya dimutilasi. kau tahu kenapa sampai ketua Mo marah? Mo Tae Gu. Mo Tae Gu yang brengsek itu. selaku Gangster hebat, ia berusaha membunuh Mo Tae Gu, tapi ia dikalahkan dengan kejam. demi mengalahkan hal itu terjadi padaku, aku melayani mereka selama 20 tahun seperti anjing. Mo tae Gu, bajingan itu, bukan manusia. dia bukan manusia" cerita Nam Sang Tae sambil memegangi tangannya yang sakit. matanya memancarkan amarah...


detektif Moo JH mendatangi RS Sungwun, tempat Dong Woo dirawat. keduanya berpelukan.. "ayah, aku takut sekali" kata Dong Woo sambil memeluk ayahnya. kemudian datang wanita yang mengasuh Dong Woo, ia meminta maaf pada detektif Moo, karena saat kejadian, ia sedang menemui putrinya diluar. detektif Moo memahami wanita pengasuh itu.
"Dong Woo. ayah, sudah menangkap orang jahat itu dan ia sudah dipenjarakan. Dong Woo jagan khawatir. ini tidak akan terjadi lagi. ayah minta maaf" kata detektif Moo menenangkan anaknya.
"tak apa, ayah tiap hari bertempur melawan orang jahat. ibu bilang padaku, dunia ini banyak orang jahat... makanya orang seperti ayah dibutuhkan. karena banyak orang jahat, maka ayah akan tangkap mereka semua." jawab Dong Woo.. detektif Moo merasa terharu mendengar perkataan anaknya. ia melepas pelukannya...


"kalau aku tidak sakit dan di rumah sakit, ahjussi itu tidak akan datang kemari." lanjut Dong Woo. detektif Moo menenangkan bahwa orang jahat itu tidak akan datang lagi, dan Dong Woo harus kuat. detektif Moo merasa bersalah karena membahayakan Dong Woo, ia meminta maaf pada anaknya. ia kemudian memeluk anaknya lagi... lalu datang seorang kemanan RS.



detektif Moo menemui petugas keamanan itu di luar kamar. petugas keamanan meminta maaf atas kejadian yang menimpa Dong Woo, mereka akan lebih berhati-hati lagi. kemudian petugas itu memberikan hadiah yang detetif Moo curigai. petugas keamanan berkata bahwa tak ada masalah kusus.
"ini hadiah robot biasa. jangan khawatir. tapi, hadiah ini ukan dari yayasan kesehatan. mereka bilang hadiah dari yayasan adalah boneka, bukan robot. lalu, aku memeriksa CCTV, orang itu pasti melewati titik buta sehingga tidak terlihat." petugas keamanan menjelaskan..
detektif Moo bertanya mengenai petugas keamanan yang terluka karena melawan orang asia. petugas keamanan tersebut sudah dioperasi dan sedang beristirahat. petugas keamanan RS akan tetap berjaga 24 jam, ia meminta agar detektif Woo agar tidak khawatir. kemudian ia pamit pergi.


kepala Kang menelpon detektif Moo, detektif Moo bertanya mengenai pembunuhan madam Jang
"makanya aku datang kesini. aku ada di lobi RS" jawab kepala Kang.... keduanya kemudian bertemu di lobi RS.
"maksudmu, ia adalah pelaku pembunuhan Surim-dong?" tanya detektif Kang
"ini mirip dengan pembunuhan di Surim-dong. jasadnya dipindahkan dengan cepat, cipratan darah dimana-mana dan bola mata korban ditinggalkan disana. dikasus Surim-dong, ditinggalkan salib. kali ini adalah suara tertawa di ponsel. ia juga meninggalkan petikan injil... sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa. tapi jika kamu berkata : kamu melihat, tetaplah dosamu"  ini dari injil Yohanes 9:41" jelas kepala Kang dengan cepat.
"ia gila. ia pasti sudah sinting. tapi, apa yang dilihat madam Jang sampai ia dibunuh?" detektif Moo bertanya-tanya.
"saat aku bicara dengannya di telpon, ia bilang Nam Sang Tae sedang menemi seseorang. lalu saat telponnya hampir selesai, aku dengar langkah kaki dibelakangnya." ucap kepala Kang.... menurut detektif Moo, madam Jang pasti sudah mendengar dan melihat sesuatu.
"saat aku di tkp, ia pasti sudah lari. lalu langkah kakinya menghilang di ruang lantai 2. tamu ruang VIP melarikan diri setelah insiden itu dan tidak bekerjasama dalam penyelidikan." jelas kepala Kang yang memberikan detail nama tamu VIP kepada detektif Moo bahwa tamu itu adalah ketua Mo pemilik Sungwun Epress, Mo Tae Gu, menteri Kim dan direktur Kwang.



"bukankah Sungwun Epress adalah penggagas perusahaan is dan sekarang menjadi perusahaan besar? bagaimanapun, peakunya sangat pintar. melihat cara mereka mendekati kita. mirip dengan menaruh cermin di depan orang mati, kunjungannya pada putraku adalah peringatan. pembunuh bayaran yang datang adalah anak buah Nam Sang Tae. kepala Kang, aku pastika akan menangkap bajingan ini. saat kutangkap, akan kuiris brengsek itu sampai habis" detektif Moo geram karena putranya pun menjadi sasaran...


di kantor polisi....
Dae Shik sedang mengintrogasi anak buah Nam Sang Tae, si pria asia. namun si pria hanya diam tak bicara sepatah katapun. Dae Shik sangat marah karena ia tak mendapat jawaban apa pun "aku pastikan kau tidak akan keluar lagi dari penjara korea." ancam Dae Shik hendak memukul si pria asia...


sementara di luar ruangan interogasi. Hyung Jin dan Kwang Soo sedang duduk mengamati Dae Shik yang marah. keduanya juga kesal karena Dong Soo menjadi sasaran... kapten Jang datang dan mengikuti perbincangan keduanya. "bagaimana kondisi Dong Woo?" tanya kapten Jang.
"Hyungnim tiba tepat waktu jadi tak ada masalah." jawab Hyung Jin.
"ia berada di RS saat ini?" tanya kapten Jang.
Hyung Jin mengiyakan, ia berkata kalau detektif Moo pasti sedih sekali sekarang, karena setelah kematian istrinya, sekarang anaknya pun menjadi incaran. mereka pun membicarakan tentang Nam Sang Tae. itu semua pasti ulah Nam sang Tae lagi. "bukan ini yang aneh" lanjut Hyung Jin... membuat kapten Jang penasaran. ia bertanya apa yang aneh...


"aku menyelidiki insiden hilangnya orang bernama Soo Ji. menurut pegawai disana ia sudah lama cuti tanpa pemberitahuan." perkataan Hyung Jin yang menyebut nama Soo Ji membuat kapten Jang salah tingkah. ia tidak tenang. kapten Jang beringsut melangkah pergi. Hyung Jin dan Kwang Soo bertanya kapten mau kemana. namun kapten Jang tidak menjawab hendak kemana... keduanya beranggapan kalau kapten pasti memikirkan yang terjadi pada detektif Moo JH.



kapten Jang menelpon seseorang. namun nomor yang dihubungi ternyata tidak aktif.. mungkin ia menghubungi wanita yang bernama Soo Ji. kapten Jang teringat akan ucapan Hyung Jin tentang hilangnya Soo Ji. kapten Jang kebingungan.... ia teringat saat ada orang yang menelponnya dan mengancamnya. si penelpon tau rahasia kapten Jang akan seorang wanita bernama Soo Ji, pelayan bar Fantasia. bahwa ia selingkuh dengan Soo Ji padahal ia memiliki istri dan anak. ia mengancam akan mengirimkan video antara dirinya dengan Soo Ji.
"lakukan apapun sesukamu keparat. aku lebih baik mengundurkan diri daripada menjadi mangsa kalian" jawab kapten Jang...
"kau tidak tahu pada siapa akan kukirim." jawab si penelpon.
kapten Jang tidak mengerti maksud si penelpon.
"JGH, aku punya surat elektronik anakmu... waah inisialnya mirip nama ayahnya. yaah tidak apa. dia pasti berpikiran terbuka karena tinggal diluar negeri. ia pasti mengerti ayahnya...." ujar si penelpon membuat kapten Jang terdiam.... ia marah dengan dirinya sendiri karena dikendalikan oleh penjahat. kapten Jang bersandar di tembok. menutup matanya kalut.... lanjut ke Sinopsis Voice Eps

Friday, 24 February 2017

Sinopsis Voice Episode 10 Part 2

Sinopsis Voice Episode 10 Part 2


 pelaku sebenarnya dari kasus penyiraman cairan asma klorida ternyata adalah Yang Ho Shik.... ia berhasil mengelabui dan berpura-pura sebagai korban. Yang Ho Shik mengancam akan meyiram wajah petugas Park saat keduanya berada di ruangan arsip di Sinopsis Voice Eps 10 part 1

BAB V : BISIKAN IBLIS

Dunia berusaha mengubahnya sendiri dengan cara baru.
aku bisa merasakan adanya kematian. tidak ada hal baru yang datang tanpa kematian. 
'Demian' Karya Herman Hesse


seorang pria memakai setelan hitam dan bertopi hitam memasuki pintu RS. ia melihat sekelilingnya kemudian berjalan ke dalam RS.

sementara Dong Woo masih berkomunikasi dengan ayahnya, detektif Moo JH dengan ponsel. ia memaksa ingin membuka hadiahnya karena penasaran. "kenapa ayah tak mau membiarkanku membukanya? aku ingin membukanya." pinta Dong Woo.


detektif Moo sedang berjalan tergesa di lorong kantor polisi sambil tetap berpesan agar Dong Woo tidak membuka hadiah misterius. "jangan dibuka. ada bel di samping tempat tidurmu kan? pencet bel itu sekarang. biar para perawat datang ke kamarmu." jawab ayahnya. namun Dong Woo membantah, ia tidak merasakan sakit, kenapa harus memencet bel dan memangil perawat. ia kemudian meletakkan ponselnya, telpon mereka masih terhubung. dan mulai membuka tali yang mengikat hadiah misterius yang didapatnya.....

pria bertopi berjalan dengan tegap tanpa takut. ia sampai di kamar no 401, dan tertulis Moo Dong Woo di pintunya. pria bertopi mengintip lewat pintu dan tidak seorang pun yang menemani Dong Woo.


sedangkan Dong Woo sedang asyik membuka  hadiah yang didapatnya. saat dilihatnya ternyata hadiah itu berisi robot, tentu saja Dong Woo bahagia. sayangnya pria bertopi itu sedang mengincar Dong Woo. si pria bertopi membuka pintu kamar Dong Woo, dan Dong Woo langsung melihat lalu bertanya siapa dia. pria itu kemudian masuk ke kamar Dong Woo dan menutup pintunya.


di tangga darurat yang berhadapan dengan kamar Dong Woo, seorang pria lain mengintip dari balik pintu, melihat pria bertopi memasuki kamar Dong Woo, pria itu tersenyum. ia kemudian menelpon Nam Sang Tae dan mengatakan kalau si laki-laki bertopi sudah mulai beroperasi. 
"baiklah. kita harus melaksanakan rencana kita selanjutnya" jawab Nam Sang Tae. ia kemudian mengirimkan pesan pada Mon Tae Gu untuk bertemu. 
 
sementara di kamarnya Dong Woo bertanya-tanya siapa pria bertopi itu. saat si pria mendekati dengan langkah perlahan tanpa bicara, Dong Woo mulai merasa ketakutan. si pria semakin mendekat. Dong Woo berteriak memanggil ayahnya.
detektif Moo terkejut mendengar jeritan Dong Woo di ponselnya, ia baru keluar dari kantor polisi. "Dong Woo, Dong Woo" detektif Moo memanggil puteranya, namun Dong Soo tidak memegang ponselnya dan menjawab panggilan detektif Moo JH.


detektif Moo kemudian memutuskan untuk menghubungi perawat di RS. Dong Woo mengatakan pada resepsionis kalau seseorang yang mencurigakan sedang berada di kamar anaknya. ia meminta Tim Keamanan RS di kirim ke kamar Dong Woo. karuan saja si perawat terkejut, ia langsung meminta keamanan ke kamar 401 sebab ada pria mencurigakan yang masuk ke kamar tersebut. 

di kamar 401....
Dong Woo berteriak ketakutan memanggil ayahnya. ia bergerak ke arah tepi kasur hingga terjatuh ke lantai. si pria bertopi sepertinya hanya berniat menakut-nakuti saja. ia berjalan dengan perlahan mendekati Dong Woo, sementara Dong Woo yang ketakutan terisak menangis bersembunyi di kolong kasur lain...


tim keamanan RS bergerak cepat menuju ke ruangan Dong Woo.....

detektif Moo JH menelpon kepala Kang. ia memberitahukan bahwa seseorang sedang menyelinap ke kamar RS anaknya. detektif Moo meminta bantuan tim patroli ke kamar 401 RS Sungwun.
"entah Nam Sang Tae atau siapapun itu, sepertinya dia mengutus seseorang." kata detektif Moo. kepala Kang mendengarkan dengan seksama.



kepala Kang memencet tombol darurat. dan mengumumkan pada anggota tim patroli untuk menuju ke kamar 401 RS Sungwun. "ada seorang anak 11 tahun, dan seorang pria memegang senjata di dalam kamar RS itu." kata kepala Kang menjelaskan keadaan yang tejadi. kepala Kang meminta petugas Chun untuk memeriksa rekaman CCTV 35 menit terakhir. namun petugas Chun tidak menemukan Nam Sang Tae atau kendaraan mencurigakan tertangkap kamera CCTV.

di kamar 401....
pria bertopi berjalan perlahan mendekati Dong Woo. ia mengintip Dong Woo yang menangis ketakutan bersembunyi di bawah tempat tidur. pria bertopi itu kemudian menyeret Dong Woo agar keluar, Dong Woo semakin berteriak ketakutan....



di jalan... detektif Moo melajukan mobilnya dengan tergesa, ia meghubungi kepala Kang. kepala Kang berkata kalau patroli akan tiba lima menit lagi.....

"lepaskan aku, ayahku akan memberimu pelajaran" pinta Dong Woo sambil menangis
 sementara tim keamanan RS sudah mendekati kamar Dong Woo, mereka mendengar suara jeritan Dong Woo. akhirnya tim keamanan masuk ke kamar.



pria bertopi itu hendak memukul Dong Woo namun dengan cepat tim keamanan menghalau. pria bertopi itu bertarung dengan dua orang keamanan RS, sayangnya kedua orang itu kalah dengan pria bertopi. sementara Dong Woo menangis dan perawat yang datang kessana pun menjerit ketakutan. setelah mengalahkan tim keamanan, pria bertopi berlari. dan perawat mendatangi Dong Woo yang meringkuk menangis. ia menenangkan Dong Woo...
pria bertopi berlari masuk ke tangga darurat. seluruh tim keamanan pun bergerak menuju ke tangga darurat. 



"divisi patroli Gwangchang, kalian belum sampai lokasi?" tanya kepala Kang pada polisi patroli melalui radio.
"kami baru saja tiba. kami sekarang menuju ke lantai empat" jawab polisi yang bertugas. detektif Moo menyahut kalau kamar 401 tempat Dong Woo berada.

di kamar. Dong Woo masih menangis dengan perawat masih menenagkannya. "tenanglah... ayahmu akan segera datang. tak apa semuanya sudah aman sekarang" ujar si perawat sambil memegang ponselnya mencari kontak detektif Moo. perawat menelpon detektif Moo dan memberitahukan bahwa yang menyerang adalah orang asia tenggara. Dong Woo baik-baik saja, dan orang yang menyerang Dong Woo kabur melalui pintu darurat. 
"divisi patroli sebentar lagi tiba disana, dan kotak hadiah yang diterima Dong Woo. singkirkan itu sekarang juga!" pinta detektif Moo JH. perawat mengiyakan.



seorang dokter dan beberapa perawat datang ke kamar Dong Woo dan melihat seorang tim keamanan sedang terluka parah di bagian perut. mereka segera melakukan perawatan pada tim keamanan tersebut. dan seorang wanita tua yang biasa menjaga Dong Woo pun masuk kamar lalu memeluk Dong Woo yang menangis histeris.

pria bertopi sedang berlari di lobi. sementara di luar RS Sungwun, detektif Moo sudah sampai. ia meminta kepala Kang memeriksa semua CCTV RS sebab si pria bertopi kabur lewat pintu darurat.
si pria bertopi berlari dengan kencang, ia menabrak perawat juga pasien RS. 



"detektif, dia lewat pintu keluar di bagian belakang zona B-3" terdengar suara kepala Kang di earphone detektif Moo. detektif Moo bergegas pergi menuju mobilnya. ia mengemudikan mobilnya ke bagian lain RS. si pria bertopi berlari memasuki sebuah gang. tepat saat itu, mobil detektif Moo berhenti, ia bertemu pia bertopi yang berawajah asia itu. detektif Moo turun dari mobilnya, namun si pria langsung berlari dengan langkah panjang. detektif Moo mengejarnya. detektif Moo berhasil menagkapnya, ia bertanya siapa yang mengutus pria itu. apa Nam Sang Tae yang menyuruhnya. namun si pria mencoba melukai detektif Moo, keduanya bertarung. sayangnya si pria kembali lagi berlari dengan cepat. detektif Moo dengan kecepatan yang sama mengejar pria itu.



kepala Park bertanya apakah detektif Moo baik-baik saja. detektif Moo menjawab kalau ia harus mendapatkan pria itu supaya bisa menangkap Nam Sang Tae. 

seorang laki-laki muda yang bernama Mon Tae Gu sedang mengenadarai mobilnya. ia adalah pria yang diam-diam masuk ke kamar Dong Woo saat sedang tidur dan memberikan hadiah...



Flashback
Tae Gu sedang mengintip Dong Woo yang sedang tidur. ia membuka pintu kamar perlahan. lalu masuk diam-diam dan menutup pintunya. ditangannya ada hadiah. Tae Gu meletakkan hadiah itu di tempat tidur DOng Woo. dengan wajah tanpa berdosa ia memandang Tae Gu dan memegang wajah Dong Woo. namun, dengan seketika ia menggenggam tangannya dan berpaling seperti menahan amarah agar tak melampiaskannya pada Dong Woo. Mo Tae Gu kemudian berjalan pergi. Dong Woo membuka matanya sedikit, sadar ada seseorang yang masuk ia bertanya siapa pria itu. Tae Gu membuka pintu dan terhenti...
"kemarin pasti ayahmu sangat terkejut, jadilah anak yang berbakti. ya?" kata Tae Gu kemudian tersenyum. ia pergi keluar dari kamar 401
 Endflashback




Tae Gu tersenyum sambil mengendara mengingat kejadian tersebut... sebuah boneka teddy sedang duduk manis di samping kemudinya...



detektif Moo masih berlari mencari si pria asia. seseorang mengawasinya dari jauh....

Mo Tae Gu tiba di Bar Fantasia... ia turun dari mobilnya. dan beberapa tim kemanan yang sedang berjaga menyambut kedatangannya, "semua sudah datang, kan?" tanya Tae Gu
"ya, mereka sudah menunggu di dalam. menteri Kim barusan datang." jawab seorang penjaga.



di belakang mobil Tae Gu, ada sebuah mobil yang mengawasi mereka. di dalamnya ada Nam Sang Tae dan anak buahnya. keduanya melihat Mo Tae Gu sedang memasuki gedung fantasia.

Di sebuah ruangan khusus. sudah duduk menteri Kim, ayah Tae Gu dan wanita pemilik Bar, serta direktur dinas pengelolaan bangunan dan tanah, Kwon Jang Tae.
"sudah lama kita tak kumpul-kumpul. sungguh suatu kehormatan bisa diundang hari ini. seharusnya kau lebih sering mengundang kami" ujar menteri Kim... tuan Mo tertawa mendengar perkataan menteri Kim, namun tidak dengan direktur Kwon yang terlihat sangat tegang dan tidak menikmati pertemuan itu. melihat ekspresi direktur Kwon, tuan Mo bertanya kenapa dia gugup. "apa karena ada menteri Kim?" 


direktur Kwon menyanggah. namun menteri Kim pun merasa tersinggung, apa ia harus pergi saja, tanya menteri Kim. "tidak, pak menteri" ucap direktur Kwon. tuan Mo meminta direktu Kwon untuk sedikit rileks... sepertinya ada masalah antara menteri Kim dan direktur Kwon. akhirnya tuan Mo mengajak mereka semua untuk minum mencairkan ketegangan.

sementara detektif Moo JH masih berlari mengejar pria asia suruhan Nam Sang Tae. keduanya berada di sebuah jalan yang sepi. di earphone terdengar suara kepala Kang berkata bahwa ia telah meminta patroli untuk mencari di gang-gang.










tuan Mo memulai pembicaraan bahwa ia salut dengan cerita Yakobus yang diberkati di dalam alkitab. ia ingin seperti yakobus agar bisa memberikan kontribusi pada kemajuan kota Sungwun. "aku berdoa terus menerus dan doaku didengar. hanya ada satu filosofi manajemen untuk mencapai pembangunan Sungwun Express" ucap tuan Mo, saat itu Tae Gu masuk ke ruangan itu. menteri Kim menyapa Tae Gu. kemudian tuan Mo bertanya pada Tae Gu filosofi perusahaan mereka...
"anggaplah dirimu sebutir gandum yang jatuh dan bersikaplah peduli pada orang yang membutuhkan.... itulah misi Sungwun kan?" jawab Tae Gu...
tuan Mo tertawa mendengar jawaban Tae Gu, ia kemudian berbicara mengenai proyek pembangunan di Surim-dong. tuan Mo kesal karena ada beberapa orang yang tidak setuju dengan pembangunan di Surim-dong (mungkin terkait pembebasan lahan). ia meminta bantuan pada direktur Kwon dan menteri Kim. 




"meskipun aku membantumu, tapi keputusannya tidak ada padaku. keputusannya ada di tingkat kerja. kau tahu sendiri bagaimana kerja para pejabat publik." jawab menteri Kim sambil tertawa menyiratkan sesuatu... tuan Mo kemudian meminta pemilik Bar, Gyu Ah untuk membawakan makanan dan minuman berkualitas. Gyu Ah tersenyum dan mengiyakan. ia pun keluar...

sementara tuan Mo menegaskan sesuatu pada direktur Kwon. direktur Kwon terlihat terpojok. ia dengan gugup menjawab bahwa akan bekerja mulai besok. tuan mo sangat senang. ia tertawa lepas. ketiganya bersulang. sedangkan Tae Gu hanya tersenyum mendengar obrolan ketiganya... kemudian ponselnya berdering...


"Tae Gu, aku sudah sampai" pesan masuk pada ponsel Tae Gu. ia kemudian pamit keluar. ia menelpon Nam Sang Tae. dan berkata bahwa Hyung-nya sekarang buronan. ia tidak boleh ke bar. Nam Sang Tae berkata bahwa ia di tangga darurat di depan fantasia. ia harus bertemu dengan Tae Gu. Tae Gu terdiam
"tunggu di sana saja. aku yang akan menemuimu" kata Tae Gu lalu berjalan pergi...

pemilik bar, Gyu Ah menuju ke tempat minuman, ia meminta pada pelayan makanan dan minuman dengan kualitas  yang terbaik. Gyu Ah kemudian berjalan pergi.



Nam Sang Tae dan anak buahnya menunggu di pintu darurat... si anak buah membuka pintu, namun Nam Sang Tae melarangnya "jangan buka pintu sembarangan. Mo Tae Gu bilang dia akan datang ke lantai dua." saat itu Gyu Ah mendengar suara Nam Sang Tae dan sudah melihat wajahnya. Gyu Ah terkejut... ia bergegas pergi.




Tae Gu naik dan melihat Nam Sang Tae. keduanya berbicara. Tae Gu menyindir kalau Nam Sang Tae sekarang sudah berani menyuruhnya. Nam Sang Tae membela diri bahwa ia ingin bertemu dengan Tae Gu sebelum ia berangkat. ternyata Nam Sang Tae hendak melarikan diri ke jepang... ia berkata bahwa uang yang diberikan tuan Mo banyak tapi ia butuh lebih banyak uang lagi. Tae Gu tersenyum... ternyata Nam Sang Tae sudah berani menggigit majikannya sendiri. Nam Sang Tae mengatakan kalau ia tahu bahwa Tae Gu mendatangi seorang anak di RS "apa kau butuh mainan baru?" tanya Nam Sang Tae. Tae Gu tersenyum ...



sementara madam Jang Gyu Ah masuk ke sebuah ruangan. ia teringat dengan wajah Nam Sang Tae sesaat tadi. ia pun mengingat perkataan detektif Moo dan kepala Kang tentang Nam Sang Tae yang membunuh orang dengan sadis. "jika kau terus melindunginya, makin banyak orang yang akan mai karena dia. jika kau bisa bekerjasama, kami takkan merugikan bisnismu ini." kata kepala Kang saat mengunjunginya...
madam Jang memutuskan untuk menghubungi kepala Kang, ia melihat kartu nama kepala Kang dan menelponnya...



"halo, aku Jang Gyu Ah. Nam Sang Tae ada di sini... sepertinya dia ada di sini untuk bertemu seseorang. cepatlah kesini.. aku akan menunggu di ruanganku di lantai tiga. aku akan berada di sana" lapor madam Jang Gyu Ah.. naasnya, percakapan itu terdengar oleh Mo Tae Gu yang sedang berjalan setelah bertemu Nam Sang Tae.



kepala Kang menghubungi detektif Moo yang masih berlari mengejar pria sia. "detektif Moo madam Jang baru saja menghubungiku. dia bilang Nam Sang Tae ada di fantasia." detektif Moo terkejut. namun ia memutuskan untuk mengejar pria asia terlebih dahulu.
kepala Kang pamit pergi pada stafnya. bahwa ia akan pergi menemui seorang informan.... apa yang kan terjadi pada madam Jang Gyu Ah setelah Tae Gu memberitahu lokasi keberadaan Nam Sang Tae??? lanjut ke Sinopsis Voice Episode

Recommended Movie - ABSURB ACCIDENT (提着心吊着胆)

Judul Film              : Absurb Accident Sutradara                : Li Yu He Pemeran                 : Chen Xi Xu, Ye Gao, Suxi Ren, Cao Ru...